No Politik , No intrik tapi nyentrik

Artikel ini di baca sebanyak : 104 kali
REPUBLIKA, BANDUNG--Kepala Balai Bahasa Bandung, Abdul Khak menuturkan, tradisi menulis di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan tradisi membaca, terlebih di kalangan anak muda.
"Minat membaca saja sebenarnya masih rendah. Bayangkan, minat menulis justru berada di bawah minat membaca. Ini tentunya sangat mengkhawatirkan," kata Abdul Khak ketika dihubungi di Bandung, Rabu.
Abdul menerangkan, rendahnya tradisi menulis ini akibat rendahnya minat membaca."Kedua kegiatan ini saling mempengaruhi. Membaca itu referensi untuk menulis. Bagaimana bisa seseorang menulis jika tidak suka membaca," terangnya.
Saat ini, kata Abdul, banyak dosen-dosen di sejumlah perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri yang mengeluhkan kualitas tulisan mahasiswa. "Kualitas dan kemampuan menulis mahasiswa saat ini cenderung rendah. Ini juga membuktikan bahwa, minat membaca mahasiswa sekalipun rendah," lanjutnya.
Menurut Abdul, mustahil seseorang bisa menulis kalau yang bersangkutan tidak suka membaca karena kedua kegiatan saling beriringan.
Sejauh ini, lanjut Abdul, pihaknya memang belum mengantongi data pasti terkait rendanya minat membaca. Namun, kecenderungan tersebut sudah dapat diidentifikasi dari jumlah pengunjung perpustakaan perharinya dan frekuensi kunjungan.
"Perpustakaan menjadi indikator kecenderungan tersebut, selain toko buku tentunya. Karena tidak ada alasan bagi yang haus membaca, sekalipun tidak uang. Dia bisa datang ke perpustakaan misalnya," tutur Abdul.
Copyright © 2010 - 2012 www.pakdhe.com All right reserved.
Back to TOP